logo blog
mitra id medis
Selamat Datang Di ID Medis-Website Kesehatan
Terima kasih, kami sangat senang atas kunjungan Anda,
semoga artikel kami bisa memberikan jawaban terhadap apa yang anda butuhkan
Jika anda hobi menulis dan memiliki kemampuan lebih tentang kesehatan, Ayo Gabung bersama kami, Kirim artikel kesehatan mu melalui menu kirim artikel
Mari berbuat sesuatu yang berguna untuk orang banyak.

Penyebab Konstipasi / susah BAB dan cara Pencegahannya

Penyebab Konstipasi dan cara Pencegahannya, Konstipasi adalah salah satu kondisi terjadinya permasalahan Buang Air Besar yang tidak teratur atau bahkan tidak bisa sama sakali, Konstipasi atau sembelit yaitu jenis penyakit yang ditandai ketika BAB susah dengan ukuran tinja yang agak besar dan keras namun bisa juga sangat kecil yang keluar.

Penyakit ini tergolong dalam salah satu penyakit yang paling umum terjadi, Terutama pada wanita, terlebih pada ibu hamil, dan manula.

Tingkat keseriusan penyakit Antara satu penderita dengan penderita lainnya akan berbeda, ada penderita konstipasi hanya mengalaminya dalam waktu singkat, namun ada juga penderita yang mengalami konstipasi dalam jangka waktu yang lama atau sudah kronis.

Pada penderita konstipasi kronis dampak nya akan memberikan rasa sakit dan mempengaruhi kenyamanan beraktivitas sehari-hari. Lalu apa saja penyebab konstipasi dan bagaimana cara pencegahannya. silahkan simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Konstipasi / susah BAB dan cara Pencegahannya

Penyebab Konstipasi

Ada Banyak faktor penyebab konstipasi, intinya Konstipasi akan Terjadi karena pergerakan sisa makanan / tinja dalam usus bergerak terlalu lambat, sehingga proses penyerapan air terjadi begitu besar dan lama, akibatnya tinja akan lebih keras dan kering dari pada normalnya.

Kebalikannya, Jika pergerakan peristaltik usus terlalu cepat maka konsistensi tinja yang keluar akan terlalu encer seperti pada penderita diare..

Gangguan peristaltik usus yang terlalu lambat ini mungkin saja bisa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:

1. Konstipasi yang Dipengaruhi oleh Gaya Hidup dan Psikologis

kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup sudah pasti mempengaruhi dan berperan sebagai penyebab konstipasi, Contohnya:
  • Kurang mengkonsumsi serat dan pola makan yang buruk
  • Kurang mengkonsumsi air seperti kebutuhan
  • Tidak ada waktu dan terlalu sibuk sehingga sering mengabaikan keinginan untuk BAB
  • Dari segi psikologis: Akibat depresi dan terlalu banyak beban / Stress.
  • Tidak nyaman dan merasa tidak leluasa Saat menggunakan Toilet
  • Berat badan juga ikut mempengaruhi

2. Konstipasi akibat gangguan pada colon dan Rektum

kondisi yang menyebabkan konstipasi karena ada permaslahan dan gangguan pada rectum dan kolon sagat jarang terjadi, Gangguan ini dapat berupa: 
  • konstipasi akibat Terjadinya gangguan saraf pada kolon dan usus besar, sehingga menyebabkan gangguan fungsi otot-otot colon dan rektum yang tidak bisa berkontrasi secara normal untuk mendorong kotoran keluar. Gangguan saraf ini bisa saja terjadi pada penderita stroke, penyakit parkinson dan penderita cedera susunan saraf tulang belakang yang mempengaruhi saraf sistem pencernaan.
  • Konstipasi akibat adanya penyumbatan pada rektum sehingga mengakibatkan penumpukan kotoran. Penyebabnya bisa saja karena adanya penyempitan usus, Prolaps rectum, atau bisa juga akibat adanya kanker usus atau pertumbuhan sel tidak normal pada rectum.

3. Konstipasi akibat pengaruh Penyakit lain

Salah satu penyebab konstipasi walaupun jarang terjadi namun bisa juga karena dipengaruhi oleh berbagai penyakit lainnya yang ikut mempengaruhi hormon yang bisa memberikan dampak pada konstraksi usus, seperti diabetes, hypertiroidisme yaitu kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau Hipotiroidisme yaitu kelenjar tiroid yang kurang aktif.

4. Konstipasi akibat Pengaruh obat-obatan

Ada berbagai jenis obat-obatan yang bisa mempengaruhi dan menyebabkan konstipasi, Perlu diketahui bahwasanya jika penyebabnya adalah akibat efek samping obat, maka konstipasi akan berkurang dan berhenti disaat anda hentikan mengkonsumsi pengobatan tersebut.

Adapun berbagai jenis obat yang memiliki resiko efek samping terhadap konstipasi antara lain seperti:
  • Pengobatan Epilepsi / Antiepileptik
  • Sebagian Analgesik dan antidepresan
  • Antasida yang mengandung aluminium
  • Pengobatan penyakit kejiwaan dan skizofrenia yaitu anti psikotik
  • Bisa juga akibat suplemen kalsium dan zat besi.

5. Konstipasi pada masa kehamilan

Pada ibu hamil terutama pada awal kehamilan,  produksi hormon progesteron terlalu banyak sehingga mempengaruhi kemampuan dan fungsi usus untuk berkontrasi mendorong kotoran berkurang, karena itulah konstipasi sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Cara mencegah terjadinya Konstipasi

Ada beberapa cara dan langkah sederhana yang bisa anda lakukan untuk mencegah terjadinya sembelit, antara lain yaitu:
  • Jangan Terlalu banyak mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, Bersoda, dan beralk0h01
  • Perbanyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak serat, Sumber serat paling banyak pada buah dan sayur serta kacang-kacangan, dan berbagai biji-bijian termasuk pada beras merah dan sereal.
  • Perbanyak mengkonsumsi air.
  • Jangan pernah mengabaikan dan dan menunda Bab. Jika memang sudah ada keinginan jangan di abaikan.
  • Atau bisa juga dengan mengatur pola dan kebiasaan BAB, misalnya pada pagi hari sebelum berangkat kerja atau beraktifitas, biasanya BAB di toilet yang ada dirumah sendiri lebih nyaman dan leluasa dibandingkan dengan toilet yang ada di kantor atau sekolahan dan toilet umum lainnya.
  • Jangan lupa berolah raga, minimal beberapa jam selama seminggu, atau minimal 15 menit setiap hari, selain menyehatkan, olah raga teratur juga dipercaya bisa mencegah Konstipasi.


Masukkan Email anda untuk mendapatkan update terbaru ID Medis.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2015. ID Medis - Website Kesehatan - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger