logo blog
mitra id medis
Selamat Datang Di ID Medis-Website Kesehatan
Terima kasih, kami sangat senang atas kunjungan Anda,
semoga artikel kami bisa memberikan jawaban terhadap apa yang anda butuhkan
Jika anda hobi menulis dan memiliki kemampuan lebih tentang kesehatan, Ayo Gabung bersama kami, Kirim artikel kesehatan mu melalui menu kirim artikel
Mari berbuat sesuatu yang berguna untuk orang banyak.

Penyakit Rabun Jauh (Miopia), Penyebab, Gejala, Dan Cara Pencegahannya

Rabun jauh atau Miopia merupakan Suatu kondisi mata di mana penderitanya bisa melihat benda-benda yang berada di dekatnya secara jelas, akan tetapi untuk melihat objek yang berada agak jauh dengannya akan terlihat buram / kabur. Rabun jauh atau miopi atau juga sering disebut miopia.

Rabun jauh juga merupakan salah satu jenis permasalahan mata yang paling umum terjadi, bahkan hampir 30 persen anak-anak dan orang dewasa di Amerika Serikat menderita penyakit rabun jauh, terutama terjadi pada pelajar. apa penyebab penyakit rabun jauh ini.? silahkan simak lebih lanjut dibawah ini.
Penyakit Rabun Jauh (Miopia), Penyebab, Gejala, Dan Cara Pencegahannya

Penyebab Rabun Jauh (Miopia)

Penyebab Rabun jauh sebenarnya di akibatkan oleh kesalahan pembiasan yang terjadi akibat kelengkungan lensa mata / kornea terlalu besar sehingga tidak bisa memfokuskan cahaya tepat ke retina. Jika Anda menderita rabun jauh, maka mata Anda akan memfokuskan cahaya yang masuk ke mata di depan retina bukan tepat ke retina. apa itu retina..?

Secara gamblang Retina bisa digambarkan seperti sebuah permukaan di bagian belakang mata anda yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. kemudian mengubah cahaya menjadi impuls listrik otak Anda. 

Jadi Penyebab penyakit rabun jauh pada mata yaitu kerusakan refraktif, yaitu suatu kondisi kelengkungan kornea mata menjadi tidak normal sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus tepat pada retina namun justru berada di depan Retina. sehingga pandangan jarak jauh akan terlihat kabur.

Fakta Rabun Jauh Dan Keturunan

Penyakit miopia sebenarnya bukan penyakit menular, namun kemungkinan untuk diwariskan tetap ada. artinya seseorang yang menderita permasalahan kesehatan ini, maka anaknya kelak memiliki kemungkinan 35 persen lebih besar resiko untuk ikut mendapatkan rabun jauh dari orang tua nya. 

Faktor Resiko Rabun jauh

  1. Akibat pengaruh faktor Keturunan / warisan keluarga, Jika salah satu atau kedua orang tua Anda rabun jauh, Anda mungkin juga akan ikut terkena.
  2. Rabun jauh karena kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes melitus.
  3. Stres Visual juga dapat menjadi faktor risiko rabun jauh. 
Stress Visual adalah mata lelah atau kelelahan mata akibat dari melakukan pekerjaan atau kegiatan tertentu terlalu lama dan sering, seperti menjahit, membaca, menggunakan komputer atau nonton tv terlalu dekat, karena itu sebaiknya selalu jaga jarak pandang jika anda melakukan kegiatan tersebut, dan biarkan mata anda beristirahat sejenak baru dilanjutkan kembali, intinya jangan terlalu dipaksakan.

Baca : Cara menjaga kesehatan Mata agar terhindar dari berbagai penyakit

Gejala Rabun jauh (Miopia)

Gejala rabun jauh yang paling jelas yaitu pandangan menjadi kabur ketika melihat objek yang jauh. untuk anak-anak yang masih sekolah mungkin mereka akan kesulitan melihat papan tulis di sekolah secara jelas. atau jika orang dewasa mungkin tidak bisa melihat jalan dengan jelas saat mengemudi.

Tanda dan gejala rabun jauh dapat berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan miopi yang diderita seseorang, begitupun penanganannya atau bantuan dengan menggunakan kacamata akan memiliki ukuran lensa yang berbeda juga antara satu orang dengan yang lain.

Tanda-tanda lain dari rabun jauh meliputi

  • Sakit kepala
  • mata terasa sakit atau merasa mata lelah
  • Sering menyipitkan mata
Gejala dan ciri-ciri rabun jauh diatas biasanya hilang setelah pengobatan dengan kacamata atau lensa kontak. Sakit kepala mungkin saja masih akan terjadi untuk beberapa waktu pada beberapa orang dan ini hal yang lazim, butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kacamata baru atau lensa kontak yang baru anda gunakan.

Pemeriksaan Dan Penanganan Rabun jauh

Dokter mata dapat mendiagnosa rabun jauh dengan melakukan pemeriksaan mata lengkap. dan tindakan medis dapat mencakup: lensa korektif, Terapi bias kornea, bedah refraktif

Kacamata atau lensa kontak merupakan contoh tindakan lensa korektif. Perangkat ini mengkompensasi kelengkungan kornea sehingga bisa mengalihkan fokus cahaya yang memasuki mata Anda tepat pada retina.

Ketebalan dan ukuran lensa yang yang akan diresepkan untuk anda oleh dokter mata akan tergantung pada seberapa parah miopia yang anda derita. Anda mungkin perlu memakai kacamata / lensa konta sepanjang waktu atau bisa juga hanya saat anda melakukan kegiatan tertentu saja, seperti mengemudi dan lain lain.

Lensa kontak umumnya  lebih praktis memberikan bidang yang lebih luas dari pada kacamata. namun pada beberapa pasien lensa kontak mungkin saja tidak cocok untuk mereka, atau tidak nyaman digunakan karena dapat mengiritasi permukaan mata pada sebagian orang.

Tidakan Medis lanjutan Untuk rabun jauh

Tindakan medis lanjutan pada penderita miopia dapat meliputi Bedah refraktif yaitu salah satu bentuk tindakan medis permanen untuk rabun jauh. bedah refraktif sering Juga disebut operasi laser mata.

Tindakan dari prosedur ini bertujuan untuk membentuk ulang kornea mata agar dapat memfokuskan cahaya ke retina secara normal. pada Kebanyakan kasus, penderita yang telah menjalani bedah refraktif tidak perlu lagi memakai kacamata atau lensa kontak.

Sekian pembahasan artikel www.idmedis.com yang berjudul Penyakit Rabun Jauh (Miopia), Penyebab, Gejala, Dan Cara Pencegahannya, semoga bermanfaat untuk semuanya.


Masukkan Email anda untuk mendapatkan update terbaru ID Medis.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2015. ID Medis - Website Kesehatan - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger