logo blog
mitra id medis
Selamat Datang Di ID Medis-Website Kesehatan
Terima kasih, kami sangat senang atas kunjungan Anda,
semoga artikel kami bisa memberikan jawaban terhadap apa yang anda butuhkan
Jika anda hobi menulis dan memiliki kemampuan lebih tentang kesehatan, Ayo Gabung bersama kami, Kirim artikel kesehatan mu melalui menu kirim artikel
Mari berbuat sesuatu yang berguna untuk orang banyak.

Buta Warna: Penyebab, Tanda, Jenis, dan Tes Buta Warna

Buta Warna: Penyebab, Tanda, Jenis, dan Tes Buta Warna - Dalam artikel ini kami akan memberikan penjelasan dan gambaran tentang pengertian buta warna, apa saja penyebab buta warna, ciri-ciri dan tanda buta warna, beserta cara mengetahui apakah anda menderita buta warna atau tidak melalui tes buku ishihara atau sering disebut dengan buku tes buta warna, dan jenis-jenis buta warna

Buta Warna merupakan sebuah kondisi kurangnya kemampuan mata untuk melihat warna tertentu / spektrum warna akibat gangguan reseptor pigmen warna pada mata.

Penderita Buta warna akan sulit membedakan Nuansa warna-warna tertentu, seperti merah, hijau, biru maupun warna-warna campuran dari warna tersebut tergantung dari perubahan sensitifitas warna yang dialami
Buta Warna: Penyebab, Tanda, Jenis, dan Tes Buta Warna

Definisi dan Penyebab Buta Warna

Buta warna merupakan sebuah kelainan pada mata yang diakibatkan oleh ketidakmampuan sel kerucut pada mata untuk menangkap spektrum atau gradasi warna tertentu. umumnya disebabkan karena faktor genetis, atau kelainan genetika kromosom x yang diturunkan dari orang tua keanaknya. 

Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mata mengalami perubahan, terutama sel kerucut. Sel-sel Saraf retina terdiri atas sel batang dan sel kerucut, Untuk sel Batang  peka terhadap hitam dan putih, untuk sel kerucut peka terhadap warna lain selain warna hitam dan putih. Untuk penyebab dan faktor resiko Buta selengkapnnya dibawah ini

Faktor resiko dan Penyebab buta warna

1. karena faktor genetika pengaruh kromosom x lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita
2. Faktor Usia Pengaruh degradasi komosom yang berkurang seiring dengan penambahan usia
3. Bahan kimia seperti Pupuk, faktor akibat penyakit tertentu seperti alzheimer, anemia, dan diabetes,
4. Akibat Efek samping dari berbagai jenis pengobatan tertentu Seperti Chloroquin untuk pengobatan malaria, Ethambutol pengobatan TBC Paru, dan jenis pengobatan Penyakit jantung contoh obatnya digoxin.

Ciri dan Tanda-Tanda Buta Warna

Terkadang seseorang yang menderita buta warna malah tidak menyadari sampai dirinya menjalani tes buta warna. Gradasi warna tententu tidak akan terlihat dan sulit untuk membedakannya pada penderita buta warna parsial dimana hanya sebagian warna saja yang tidak bisa dibedakan. sebagai contoh buta warna paling sering terjadi yaitu buta warna merah dan warna hijau, mereka mungkin akan sulit membedakan warna merah dan hitam, atau warna hijau akan terlihat seperti warna ungu. Pembuktian ada atau tidaknya buta warna hanya bisa di ketahui melalui tes ishihara

Klasifikasi Jenis Buta Warna

Pembagian buta warna secara garis besar buta warna dibagi menjadi dua jenis yaitu buta warna parsial atau buta warna sebagian, dan buta warna total. Namun secara specifik ada tiga jenis yaitu trikomasi, dikromasi, monokromasi.

1. Buta Warna Trikromasi 

Akibat perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. macam-macam trikomasi antara lain.
- Tritanomali atau kelemahan penglihatan untuk warna biru.
- Deuteromali atau Adanya Gangguan penglihatan pada warna hijau.
- Protanomali yaitu kelemahan pada warna merah.

2. Buta Warna Dikromasi

Buta Warna yang terjadi karena tidak adanya satu dari tiga jenis sel kerucut pada retina mata, pembagiannya sebagai berikut:
- Tritanopia adalah Buta warna karena sel kerucut yang tidak peka terhadap biru
- Deuteranopia adalah Buta warna karena sel kerucut yang tidak peka terhadap warna hijau.
- Protanopia  adalah Buta warna karena sel kerucut yang tidak peka terhadap warna merah

3. Buta warna Monokromasi

Jenis buta warna ini sangat jarang terjadi, Buta warna monokromasi ditandai dengan berkurangnya ataupun hilangnya semua penglihatan warna, sehingga warna yang terlihat hanya warna hitam dan putih saja.

Tes Buta Warna

untuk membuktikan ada atau tidak nya buta hanya dapat diketahui dengan melakukan tes ishihara, dimana tes tersebut dilakukan dengan menunjukkan buku yang berisi perpaduan warna-warna, disetiap lembaran buku akan ada warna berbeda dan memiliki titik fokus tertentu, biasanya berupa angka atau huruf yang dibuat dari beragam warna sejenis, atau perpaduan warna. 

Untuk Penderita buta warna parsial atau buta warna ringan hanya sebagian warna saja yang tidak terdeteksi. dan tidak dapat dibedakan. Untuk mengetahui apakah menderita buta warna atau tidak sangat disarankan untuk melakukan tes buta warna di klinik-klinik kesehatan,puskesmas, atau rumah sakit. sekarang ini juga sudah ada tes buta warna melalui website online anda bisa mencari nya di google search.

Jika anda menderita buta warna, janganlah merasa terpinggirkan. banyak penderita buta warna yang bisa menjalani kehidupan normal. bahkan banyak orang hebat sekalipun yang menderita buta warna, rata-rata buta warna parsial/sebagian. Buta warna bukanlah penyakit serius, walaupun berbagai jenis pekerjaan mungkin tidak cocok untuk anda seperti bagian kesehatan, kedokteran, farmasi, TNI polri, dan elektronika

Namun masih banyak pekerjaan lain yang cocok untuk anda geluti dan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan buta warna, seperti menjadi dosen, guru, marketing dan berbagai pekerjaan hebat lainnya bisa anda lakukan. jadi sebelum terlambat segerala kukan pemeriksaan tes buta warna untuk bisa menentukan arah yang tepat sesuai dengan cita-cita anda.


Masukkan Email anda untuk mendapatkan update terbaru ID Medis.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2015. ID Medis - Website Kesehatan - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger