logo blog
mitra id medis
Selamat Datang Di ID Medis-Website Kesehatan
Terima kasih, kami sangat senang atas kunjungan Anda,
semoga artikel kami bisa memberikan jawaban terhadap apa yang anda butuhkan
Jika anda hobi menulis dan memiliki kemampuan lebih tentang kesehatan, Ayo Gabung bersama kami, Kirim artikel kesehatan mu melalui menu kirim artikel
Mari berbuat sesuatu yang berguna untuk orang banyak.

Toksikologi dan cara penanganan penderita Keracunan

Toksikologi dan cara Penanganan penderita keracunan -Selamat datang di ID Medis-Website Kesehatan. Sebenarnya artikel ini lebih saya tujukan untuk para mahasiswa Jurusan kesehatan. Namun tidak ada salah nya juga Anda Semua pengunjung blog ini membaca artikel ini Sebagai informasi untuk menambah pengetahuan anda tentang gejala dan penyebab keracunan serta bagaimana cara memberikan pertolongan yang tepat apabila ada anggota keluarga anda yang mengalami keracunan (cara penanggulangan penderita keracunan). Oke sebelum kita membahas lebih jauh ada baiknya kita mengulas definisi toksikologi dan penyebabnya serta gejala-gejala nya.
Toksikologi dan cara penanganan penderita Keracunan

Definisi Toksikologi ( keracunan )

Toksikologi merupakan sebuah cabang ilmu yang mempelajari tentang keracunan, baik penyebab, diagnosis serta cara penanganan penderita keracunan. Banyak hal yang bisa membuat orang mengalami keracunan, seperti keracunan makanan, keracunan obat, keracunan jamur dan bakteri serta keracunan zat-zat kimia lainnya.

Prinsipnya setiap zat kimia yang masuk kedalam tubuh merupakan zat asing yang sering disebut Xenotik. Salah satu contoh xenotik yaitu obat. normalnya obat tidak berbahaya namun perlu di ingat Semua zat kimia yang yang ada didalam tubuh pada dasarnya bersifat racun hanya saja terjadinya keracunan ditentukan oleh dosis dan cara pemberian nya.

Penyebab dan jenis-jenis Keracunan

1. Keracunan Obat-obatan, Bisa karena kesalahan pada dosis pemberian atau cara penggunaan yang tidak benar sehingga menyebabkan keracunan obat.

2. Keracunan Bahan kimia, Contoh bahan kimia yang paling sering menjadi penyebab keracunan di indonesia seperti insektisida yang kurang hati-hati Sehingga beresiko terjadinya keracunan zat kimia

3. Keracunan makanan, Banyak juga jenis-jenis makanan yang bisa menyebabkan keracunan, salah satunya adalah sianida yang terdapat pada singkong, atau  ichtyosarcotoxion pada ikan dan juga singkong yang bisa menyebabkan penyumbatan pada tubuli ginjal sehingga menimbulkan hematuria dan anuria.

4. Keracunan bakteri atau jamur, contohnya seperti Toksin botulinus yang terdapat pada makanan kaleng yang sudah rusak, atau pun enterotoksin yang terdapat pada makanan-makanan yang sudah basi.

5. Accidental Poisoning, Ini merupakan keracunan yang terjadi karena tanpa disengaja atau pun akibat kecelakaan, Jenis Keracunan ini biasa terjadi pada anak-anak balita yang sering memasukkan benda-benda yang dijumpainya kedalam mulut. 

Tanda Gejala dan diagnosis keracunan

1. Tingkat Kesadaran penderita Keracunan

Tingkat Kesadaran merupakan Petunjuk penting untuk mengetahui beratnya keracunan yang dialami oleh penderita. derajat tingkat keracunan didalam toksikologi dibagi dalam beberapa tingkat berdasarkan kesadaran pasien :
  • Keracunan Tingkat 1 : penderita mengantuk tetapi masih sadar dan mudah di ajak berbicara
  • Keracunan Tingkat 2 : Penderita dalam keadaan sopor, tetapi dapat dibangunkan dengan rangsangan minimal seperti panggilan atau digoyangkan lengannya.
  • Keracunan Tingkat 3 : Penderita dalam keadaan soporkoma dan hanya bereaksi terhadap rangsangan maksimal seperti dengan menggosok tulang dada dengan keras menggunakan kepalan tangan.
  • Keracunan Tingkat 4 : Penderita dalam keadaan koma dan tidak ada reaksi sedikitpun terhadap rangsangan seperti diatas. ini merupakan tingkat yang lebih parah dan mengancam keselamatan jiwa.

2. Gejala Respirasi penderita keracunan

Pada banyak kasus keracunan seringkali adanya hambatan pada jalan nafas yang dapat menyebabkan kematian, ini merupakan hal yang wajib dan salah satu cara menolong orang keracunan yaitu dengan memastikan jalan nafas tetap terbuka dan bersihkan/ keluarkan / bebaskan jalan nafas nya jika memang ada hambatan. cara nya akan dijelaskan dibawah pada bagian cara menangani penderita keracunan.

3. Tekanan darah dan jantung penderita keracunan

Syok terjadi karena depresi dan berkurangnya curah jantung dan terkadang berhentinya denyut jantung

4. Sebagian penderita keracunan mengalami kejang

Kejang ini merupakan pertanda terhadap adanya respon dari SSP atau medula spinalis atau Hubungan saraf-saraf otot. Selain itu beberapa gejala keracunan yang lain adalah Retensio urin, Diare, Mual-muntah dan adanya kerusakan ginjal dan hati yang dibuktikan dengan tes laboratorium.

Terapi dan cara penanganan penderita keracunan

Untuk cara penanganan pasien keracunan pertama yang bisa anda lakukan, Usahakan penderita Memuntahkan berilah baskom untuk menampung, setelah itu berilah Air minum yang banyak. karena air sangat membantu untuk menetralisir Racun yang ada dalam tubuhnya. dan segeralah mencari pertolongan medis. namun ada beberapa hal yang harus anda perhatikan yaitu :

1. Jalan nafas
Sering terjadi penyumbatan jalan nafas pada penderita keracunan akibat sekresi air liur dan bronkus yang menyumbat. Untuk penatalaksaannya bersihkan mulut dan jalan nafas dari sisa muntahan atau air liur dan selalu miringkan penderita secara bergantian pada sisi kiri dan kanan. 

2. Bila keracunan terjadi melalui kulit segera bilas dan bersihkan dengan air, namun jika keracunan melalui mulut seperti konsumsi obat yang tidak tepat atau karena zat-zat kimia berbahaya yang masuk melalui mulut maka ada tiga cara untuk mengeluarkannya, dengan menimbulkan muntah, memberikan pencahar dan melalui bilas lambung, ini mungkin lebih ke penanganan medis. 

Untuk cara penanggulangan keracunan lebih lanjut akan saya bahas pada artikel selanjutnya agar lebih lengkap tentang tata cara pertolongan pertama pada penderita keracunan Sesuai dengan jenisnya seperti keracunan melalui makanan, keracunan obat-obatan, dan jenis-jenis keracunan lainnya. Sekian dulu Update kali ini semoga bermanfaat buat semuanya.


Masukkan Email anda untuk mendapatkan update terbaru ID Medis.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2015. ID Medis - Website Kesehatan - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger